27 September 2007

Mari memaki

Coba sebutkan kata yang paling kasar yang pernah kau catat dalam kamus kecil otakmu itu. Mungkin nama binatang berkaki empat yang selalu mengeluarkan liur dari moncongnya. Mungkin nama benda yang tak seorang pun ingin menyimpannua dalam kantung celananya. Kata yang dapat menggambarkan bahwa engkau jijik. Benar-benar jijik. Hingga menghasilkan efek nan dasyhat. Bahwa ia merasa tersinggung, sehingga rasa bencimu tersalurkan. Sudah?

Zebra!!! Kulkas!! Kencing Kuda!!

mmm... mungkin sebaiknya kau dan aku berdoa saja....

25 September 2007

Ia

Hidupnya mengkerucut. Rumah dan tempat kerjanya saja. Tak lagi ada jadwal untuk pergi ke taman kota atau sekedar berbincang ringan dengan senja. Ritual yang sama setiap harinya. Ia mungkin merasa jenuh, mungkin merasa semua terlihat berputar begitu cepat sementara ia hanya terpasak tetap ditengah bumi.

Ia ingin mengeluh. Tapi itu akan membuatnya terlihat begitu lemah. Ia tentu tak ingin terlihat lemah. Ia belum siap berjalan dengan cara dipapah. Ia urung mengeluh. Ia menyumpah-serapah lalu ia berhenti sebentar untuk mencari tahu apa yang salah.

Bangun pagi. Memandang jendela. Masuk ke kamar mandi. Menyikat gigi. Wangi sabun mandi. Mengeringan dengan handuk. Berganti pakaian. Melihat pesan pada layar telepon genggam. Mencari sarapan pagi. Bersiap untuk pergi

.....mencari mati.

24 September 2007

Fokus dong Win

Semuanya sampah. Antara pekerjaan yang menjadi alasan, mimpi-mimpi yang belum tergapai, rindu yang menggebu dan dendam yang terus terpendam. Berbaur, menyublim, berteriak dalam senyap secara bergantian. Masing-masing ingin menjadi bintang utama.

Seorang teman menuntut untuk dapat kembali, ketika kami begitu terhanyut dalam alur sehari-hari. Namun pilihan telah dibuat, kembali hanya akan berarti mati. Sebuah janji, tentunya tak banyak berarti, tapi cukuplah itu untuk menenangkan hati.

Dan untuk kamu ikan hiuku, tetap disana ya?

12 September 2007

beibh beibh... *sigh*

aq lahir d jakarta ….. d rmh skt tepat nya ….. bukan bidan ….. ( ga level…!!! )
aq ank ke 3 dr 3 bersaudara ….. ank bungsu ….
aq ank nya simple … ga mw yg repot2 ….
orgyg baru mengenalku pertama kali … pst blg aq ank yg pendiem …
padahal …. aq ank nya rame …..
gitu aj deh …...
-beibh's blog-

lucu banget si kamiuuu!

10 September 2007

Kendari lagi

kendari lagi!
maen dota lagi!
pacaran jarak jauh lagi!
jangan diselingkuhi lagi (ya?)!

01 September 2007

congrat

hari ini pertama dalam tahun-tahun "kita" tanpa ucap selamat...
lewat juga akhirnyah....

01 August 2007

Mimpi

Pernah aku bermimpi menjadi seorang insinyur pertanian. Dalam otak kecil ku ini tergambarkan sebuah kebun dengan segala jenis tanaman yang match banget ama sambel terasi buatan mamah. Namanya juga masih kecil, aku pikir dengan punya kebun, menanam sendiri dan akhirnya memenuhi kebutuhan hidup sendiri tanpa tergantung dengan nilai dollar yang melambung tinggi adalah tugas mulia dari insiyur pertanian... ternyata tidak. Mimpi itu mulai pupus karena satu hal yang dinamakan pelajaran biologi. Yup, aku tak pernah dapat nilai memuaskan untuk hal yang satu ini, kecuali mungkin di bab reproduksi :D

Beranjak SMA, aku menemukan mimpi baru. Lebih tepatnya diperkenalkan oleh temanku. Mimpi menjadi seorang anak band. Dengan gigih latihan seminggu sekali, menempuh jarak 20Km-an buat mesen studio dan bernyanyi lagu yang sama, latihan lagu yang itu dan itu dan itu dan itu dan itu dan itu lagi.... hingga akhirnya mulai untuk membuat lagu sendiri. Lumayan, dalam seminggu kami berhasil mencetak kaset dengan mixing minimalis. Dengan format kaset, akhirnya album kami terjual habis. Ya jelas lah.. orang nyetaknya juga cuman 10 biji. Kemudian mimpi itu harus berakhir. Sang gitaris lebih memilih masuk STPDN dan dicuci otaknya ketimbang terus bernyanyi. Kami tak menyalahkan dia. Memang hidup harus memilih kok.

Kemudian mimpi baru dan lama datang silih berganti. Hapus dan pupus karena berbagai macam alasan. Mimpi punya istri penulis juga pupus, mimpi punya rumah kotak juga musnah, mimpi punya kurt dan dani juga habis.

Mimpi, mari kita bermimpi untuk tidak lagi bermimpi.....